Blog

Where it begin…

December 24, 2016

3 tahun lalu merupakan tahun terberat dalam hidup saya. Mama yang merupakan sahabat sekaligus pelindung yang sangat dekat dengan kami semua, meninggal karena kanker. Saya ingat pada suatu sore hari dikamarnya, mama berkata bahwa beliau tidak dapat memberikan warisan apapun ketika beliau meninggal nanti. Pada saat itu saya bilang, warisan yang beliau berikan adalah kehidupan untuk kami, bahwa ilmu dan pelajaran yang dijalaninya membuat kami belajar dan akan hidup lebih baik lagi.

And that’s how it begins. Itu adalah sebuah janji bagi saya, bahwa saya ingin hidup lebih baik lagi, lebih sehat lagi untuk keluarga untuk anak dan cucu saya nanti dan terutama sebagai apresiasi atas tubuh yang telah dibesarkan mama selama ini.

5 bulan sejak mama meninggal, saya pergi ke Bali untuk merenung atau sekadar berjalan jalan sendiri melepas penat. Melakukan yoga dan meditasi di ubud dan mencari makanan-makanan organic. Dari situ saya membawa beberapa barang kembali ke bandung, dan mulai menjualnya. Dari satu item, kedua item dan puji Tuhan terus berkembang sampai sekarang.
Bagi saya menjalani usaha ini bukan hanya sekedar mencari nafkah, tapi mencari nafkah yang sekaligus dapat memberikan kebaikan bagi sesama. Sebagai janji yang saya buat kepada mama tercinta.

So do not thank me, thank her for sharing her life experience.
Sebagai anak dari keluarga dengan sejarah penyakit kanker, tentu saya membawa gen kanker ditubuh saya, tentu saya takut, tapi saya berjuang, sebelum kanker datang, sebelum saya harus berperang dengannya.

Kanker dapat datang pada siapapun, kapanpun. Apa yang kita jalani dalam hidup, makanan, gaya hidup itulah makanan penyakit. Jadi, mari kita belajar dari pengalaman, bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati? :)

Salam kasih
Novi
Owner of Namaste Organic
from has purchased
about ago