Blog

Gluten: Good or Bad?

January 8, 2018
/
The More You Know
Gluten: Good or Bad? image

Akhir-akhir ini pasti banyak denger dong tentang gluten free yang lagi cukup ngehits di dunia kesehatan? Si bahan kontroversial ini menjadi perdebatan banyak pihak, ada yang bilang baik, ada yang netral, ada juga yang bilang buruk.

Sebenernya, apa itu Gluten?

Gluten adalah protein yg ditemukan pada biji-bijian yg termasuk keluarga gandum (wheatberry, durum, emmer, semolina, spelt, farina, farro, graham, einkorn, dll). Gluten berperan sebagai lem yg membantu makanan untuk mempertahankan bentuknya. Ketika tepung yang mengandung gluten dicampur dengan air, protein gluten membentuk jaringan lengket yang memiliki konsistensi seperti lem. Bentukan lem inilah yang membtuat adonan menjadi elastis dan mampu mengembang ketika dipanggang, serta membentuk tekstur chewy yang disukai banyak orang.

Pada umumnya, orang dapat mencerna gluten, tetapi tidak pada penderita celiac, gluten-sensitive dan alergi gandum. Para penderita penyakit ini tidak dapat mencerna gluten dengan baik, sehingga apabila mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, tubuhnya akan menolak. Penolakan ini berupa terjadinya kerusakan dinding usus, kelainan proses pencernaan, serta dapat menimbulkan penyakit lain seperti diare, konstipasi, pusing-pusing, mual-mual, rashes atau bentol-bentol, bahkan depresi.

Saat ini, banyak kontroversi di sekitar gluten, bahkan ada yang bilang makanan bergluten itu tidak sehat. Benarkah begitu?

Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena gluten pun mengandung gizi kok! Hanya memang gluten cenderung lebih sulit dicerna oleh usus, jadi jangan dikonsumsi berlebihan. Pasti pernah dong ngerasa ga enak perut setelah makan mie atau roti terlalu banyak? Nah, itu karena perut kita sedang berusaha mencerna gluten di mie atau roti yang kita konsumsi

Meskipun pada umumnya kita bisa mencerna glutein baik-baik saja, melakukan diet gluten free ada baiknya juga untuk kesehatan pencernaan. Tapi harus diingat, gluten tidak sepenuhnya jahat, tapi tidak sepenuhnya baik juga. Eat gluten sparingly, and you’ll be completely fine. Makanan gluten-free juga tidak selalunya sehat. Gluten-free junk food is still junk for our body!

Sekarang jadi bertanya-tanya, kalo untuk anak bagaimana?

Anak yang belum menginjak umur 1 tahun pada umumnya sistem pencernaannya belum sempurna, jadi akan kesulitan mencerna gluten (meskipun tidak pada semua kasus seperti ini). Jadi, sebaiknya makanan yang mengandung gluten seperti roti atau mie diperkenalkan pada anak perlahan dan dengan batas sewajarnya.

Sebenarnya, makanan yang tidak mengandung gluten dan umum di Indonesia itu banyak sekali. Misalnya nasi, makanan utama masyarakat Indonesia ini bersifat gluten free loh. Daging, buah, sayur, ikan, susu, kacang-kacangan pun gluten free dan sangat bergizi. Semuanya sangat mudah ditemukan di sekeliling kita!

Kesimpulannya, memang makanan bergluten itu dapat berbahaya bagi sebagian orang yang memiliki kondisi tertentu, dan memang lebih sulit dicerna dibandingkan makanan bebas gluten. Namun makana gluten free tidak selalu bagus, dan biasa disebut dengan Gluten free junk food (misalnya mengandung pengawet, pewarna, penguat rasa dan minim nutrisi). Jadi yang harus diperhatikan itu bukan cuma label “Gluten-Free” saja, tetapi bahan-bahan lainnya juga. Jika dimakan sewajarnya dan dengan penuh kesadaran, makanan bergluten tidak berbahaya bagi kesehatan.

Sooo please always do your research before eating anything. Are you gluten sensitive? Are your kids gluten sensitive? What is the ingredients of the food you’re about to eat? Let’s start doing that with open eyes ❤

Wanna shop gluten free from Namaste? Click this link: bit.ly/namasteglutenfree

from has purchased
about ago