Blog

Anak GTM?

March 13, 2018
/
The More You Know
Anak GTM? image

Saat ini, GTM adalah fenomena yang sedang cukup “merajalela” di kalangan ibu-ibu yang memiliki anak kecil. Sebenarnya ini bukan hal baru sih, dari dulu pun kita pasti sudah sering dengar berbagai kisah “anak susah makan” yang kini disebut sebagai Gerakan Tutup Mulut (GTM). Sebenarnya, apa sih penyebabnya?

First thing first! Secara alamiah, ketika anak menginjak umur 1 atau 2 tahun, balita akan mengalami penurunan napsu makan. Ada juga anak-anak yang memang terlahir small-eaters atau porsi makan sedikit. Hal ini completely normal selama anak tidak kekurangan gizi. So, jangan khawatir dan jadi memaksakan anak untuk makan secara berlebihan, karena dapat berefek sebaliknya; anak makin malas makan!

Alasan utama lainnya kenapa anak susah makan adalah kesehatan yang terganggu. Jika pencernaan anak lagi gak bener, atau mereka sedang flu/demam, tentu saja mereka jadi malas makan, right? So, selesaikan dulu persoalan kesehatan mereka, pencernaan sehat, tubuh sehat, otomatis akan membantu meningkatkan napsu makan anak juga.

Anak juga bisa mengalami trauma makan loh! Pasti pada tau dong Nastusha baby-nya Chelsea Olivia? Dia sempat mengalami GTM berat sampai akhirnya dikonsultasikan ke dokter. Konon, penyebabnya adalah trauma makan akibat ketika mau makan, diperhatikan dan disorakin sama orang-orang di sekelilingnya. Akhirnya, anak merasa makan adalah kejadian yang penuh tekanan dan tidak menyenangkan, sampai akhirnya mereka menolak makan.

Berikutnya, rutinitas dan kebiasaan makan anak. Tanpa maksud menyalahkan, anak akan menjadikan apa yang kita ajarkan sebagai kebiasaan. Jika kita terbiasa membiarkan anak memilih-milih makanan, seterusnya dia akan hanya memakan makanan yang dia pilih. Jika kita membiasakan anak makan di depan televisi atau gadget, seterusnya anak akan mau makan ketika TV sudah dinyalakan. Tenang aja, you are not alone on this! Belum terlambat kok untuk memperbaiki kebiasaan anak, start slow, but you need to start NOW. Kita sebagai ibu harus kuat dan tegas, jangan kalah sama anak! Hehehe.

Tips lainnya, jangan beri cemilan sebelum makan. Trust me, anak akan mau makan ketika mereka lapar. Kalo mereka kenyang karena cemilan, akan semakin susah untuk makan berat, kan? Been there, done that.

Kalau GTM sudah terjadi, apa yang bisa kita lakukan?

Memang sih, pada kasus ini, ibu-ibu dituntut menjadi kreatif. Kita harus memutar otak untuk membantu anak mengatasi permasalahan ini. Yup, permasalahan ini ada pada diri anak, dan hanya kita yg mampu membantu menyelesaikannya (thanks to all mother out there)

Dimulai dari memasak hidangan yang disukai oleh anak. Kita harus mempelajari, rasa seperti apa sih yang disukai oleh anak? Most kids love a little more ‘taste’ to their food, tapi ada juga yang lebih suka rasa hambar, bahkan ada yang suka kukusan polos (like emma haha!). Kalo kita udah tau preferensi makanan anak, baru deh kita buatkan makanan yg sesuai dengan tastebud mereka!

Dan sebenarnya sedikit “berpuasa” tidak salah-salah amat kok, tapi tetap pastikan ketika mereka makan, makanannya bergizi dan mencukupi kebutuhan tubuh si anak. Kalau saya sih minimal ada sayur, protein, karbo dan serat (loh kok banyak hahaha).

Kalian juga boleh kok, menggunakan produk-produk makanan yang dapat membantu permasalahan GTM, asal tetap sehat ya! Beberapa produk Namaste seperti kale chips, gomashio, gurih-ya, anchovy powder, dll adalah produk yang biasanya dapat membantu menyudahi GTM dengan cara mudah. Kenapa mudah? Cukup tabur-tabur, tambahkan di atas nasi atau bubur anak, selesai! Kalo maseko, umamitake, herbs & spices, dll adalah jenis produk yang juga membantu menyelesaikan GTM, tapi less easy. Mereka adalah bumbu-bumbu yang harus ditambahkan ketika kita memasak. Tapi jangan salah, a little bit of herbs aja udah bisa membuat rasa masakan jadi jauh lebih menarik di lidah anak loh!

Nah, itu dia bahasan singkat mengenai GTM dari Namaste. We hope it helps you any slightest bit!

 

from has purchased
about ago